Selasa, 10 Desember 2013

Tema Agung dari Alkitab.


Menafsirkan Alkitab Rahasia-rahasia yang tersimpan dalam buku Wahyu telah lama membingungkan siswa-siswa Alkitab yang tulus hati. Pada waktu yang Allah tentukan, rahasia-rahasia itu harus disingkapkan, tetapi bagaimana, kapan, dan kepada siapa? Hanya roh Allah yang dapat memberitahu maknanya bila waktu yang telah ditentukan sudah dekat. (Wahyu 1:3, NW) Rahasia-rahasia suci itu akan disingkapkan kepada hamba-hamba Allah yang bergairah di bumi agar mereka dikuatkan untuk mengumumkan keputusan-keputusan penghakimanNya. (Bandingkan Matius 13:10, 11.) Kami tidak menyatakan bahwa penjelasan dalam publikasi ini sempurna. Seperti Yusuf pada jaman dulu, kami mengatakan: ”Bukankah Allah yang berhak menafsirkan?” (Kejadian 40:8, NW) Tetapi, pada waktu yang sama, kami dengan yakin percaya bahwa penjelasan yang diuraikan di sini selaras dengan Alkitab secara keseluruhan, yang memperlihatkan betapa secara luar biasa nubuat ilahi telah digenapi dalam peristiwa-peristiwa dunia pada jaman kita yang penuh bencana ini.


AMSAL Alkitab mengatakan: ”Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.” (Pengkhotbah 7:8) Dalam buku Wahyu inilah kita membaca tentang klimaks yang dramatis dari maksud-tujuan Allah yang mulia untuk menyucikan namaNya di hadapan semua makhluk ciptaan. Seperti dinyatakan Allah berulang kali melalui salah seorang dari nabi-nabiNya yang terdahulu: ”Mereka akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa].”—Yehezkiel 25:17; 38:23.

2 Buku Wahyu memaparkan mengenai akhir yang berkemenangan dari segala perkara, sedangkan buku-buku Alkitab yang sebelumnya menggambarkan awal mulanya bagi kita. Dengan memeriksa catatan ini, kita dapat mengerti sengketa-sengketa yang terlibat dan mendapat pandangan menyeluruh tentang maksud-tujuan Allah. Betapa menyenangkan hal itu! Selanjutnya, ini seharusnya menggugah kita untuk bertindak, agar kita dapat ikut menikmati masa depan menakjubkan yang tersedia bagi umat manusia. (Mazmur 145:16, 20) Pada saat ini, tampaknya tepat untuk membahas latar belakang dan tema dari seluruh Alkitab, agar kita dapat mengetahui masalah terpenting yang kini dihadapi seluruh umat manusia, maupun maksud-tujuan Allah yang dinyatakan dengan jelas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3 Buku pertama dalam Alkitab, Kejadian, menceritakan tentang ’awal mulanya’ dan menggambarkan karya ciptaan Allah, termasuk puncak ciptaanNya di bumi, yakni manusia. Buku Kejadian juga menguraikan nubuat ilahi pertama, yang diucapkan oleh Allah sendiri di taman Eden kira-kira 6.000 tahun yang lalu. Seekor ular baru saja digunakan untuk menipu wanita pertama, Hawa; kemudian ia membujuk suaminya, Adam, untuk bergabung bersamanya dalam melanggar hukum Allah dengan makan dari ”pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.” Ketika menjatuhkan hukuman kepada pasangan yang berdosa itu, Allah mengatakan kepada ular: ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 1:1; 2:17; 3:1-6, 14, 15) Nubuat itu menetapkan tema untuk seluruh Alkitab, termasuk buku Wahyu.

4 Segera setelah mengucapkan nubuat itu, Allah mengusir orangtua kita yang pertama dari Eden. Mereka tidak dapat lagi berharap untuk hidup kekal dalam Firdaus; mereka harus menempuh kehidupan mereka di luar, di wilayah bumi yang belum dipersiapkan. Di bawah hukuman mati, mereka akan melahirkan anak-anak yang dibebani dosa. (Kejadian 3:23–4:1; Roma 5:12) Tetapi, apa artinya nubuat di Eden itu? Siapa yang terlibat? Bagaimana hubungannya dengan Wahyu? Berita apa yang terkandung di dalamnya bagi kita dewasa ini? Agar kita secara pribadi dapat bebas dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh peristiwa menyedihkan yang menyebabkan Yehuwa mengucapkan nubuat itu, penting sekali mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tokoh-Tokoh Utama dalam Drama Itu

5 Nubuat dari Kejadian 3:15 ditujukan kepada ular yang telah berdusta kepada Hawa, dengan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan mati karena ketidaktaatannya tetapi ia akan bebas, menjadi seorang ilah. Dengan demikian ular itu menuduh Yehuwa sebagai pendusta dan secara tidak langsung menyatakan bahwa manusia dapat memperbaiki keadaan mereka dengan menolak kedudukanNya sebagai penguasa tertinggi. (Kejadian 3:1-5) Kedaulatan Yehuwa ditantang dan nama baikNya dinodai. Buku Wahyu menggambarkan bagaimana Hakim yang benar, Yehuwa, menggunakan pemerintahan Kerajaan dari PutraNya, Yesus Kristus, untuk membenarkan kedaulatanNya dan menyingkirkan semua celaan dari namaNya.—Wahyu 12:10; 14:7.

6 Mengenai istilah ”ular,” apakah ini hanya berlaku atas seekor ular aksara? Sama sekali tidak! Wahyu memperkenalkan kepada kita makhluk roh yang keji yang berbicara melalui ular itu. Ia adalah ”naga besar . . . , si ular tua, yang disebut Iblis dan Satan, yang menyesatkan seluruh dunia,” yang ’memperdayakan Hawa dengan kelicikannya.’—Wahyu 12:9; 2 Korintus 11:3.

7 Kejadian 3:15 kemudian menyebut tentang ”perempuan.” Apakah ini Hawa? Bisa jadi ia berpikir demikian. (Bandingkan Kejadian 4:1.) Tetapi permusuhan jangka panjang yang harus terjadi antara Hawa dan Setan menjadi tidak mungkin ketika Hawa mati lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, karena Ular yang dituju oleh Yehuwa adalah makhluk roh yang tidak kelihatan, dapat kita harapkan bahwa perempuan ini juga berasal dari alam roh. Wahyu 12:1, 2 menegaskan hal ini, dengan menunjukkan bahwa perempuan kiasan ini adalah organisasi surgawi Yehuwa yang terdiri dari makhluk-makhluk roh.—Lihat juga Yesaya 54:1, 5, 13.

Dua Benih yang Bermusuhan

8 Kemudian dua keturunan atau benih (Klinkert) disebutkan di Kejadian 3:15. Seharusnya kita sangat berminat akan hal ini, karena mereka ada hubungannya dengan sengketa besar mengenai kedaulatan yang sah atas bumi. Ini melibatkan kita semua, tua atau muda. Benih manakah yang saudara dukung?

9 Yang pertama ialah benih, atau keturunan, dari Ular. Apa gerangan ini? Pastilah ini termasuk makhluk-makhluk roh lain yang bergabung dengan Setan dalam pemberontakannya dan yang akhirnya ’dilemparkan ke bawah bersama-sama dengannya’ ke wilayah bumi. (Wahyu 12:9) Karena Setan, atau Beelzebul, adalah ”penghulu setan,” jelaslah bahwa mereka membentuk organisasinya yang tidak kelihatan.—Markus 3:22; Efesus 6:12.

10 Selanjutnya, Yesus mengatakan kepada para pemimpin agama Yahudi pada jamannya: ”Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.” (Yohanes 8:44) Dengan menentang Putra Allah Yesus, para pemimpin agama itu memperlihatkan bahwa mereka juga adalah keturunan Setan. Mereka menjadi bagian dari benih Setan, melayani dia sebagai bapa kiasan mereka. Banyak orang lain sepanjang sejarah menyatakan hal yang sama dengan melakukan kehendak Setan, khususnya dengan menentang dan menindas murid-murid Yesus. Secara kolektif, orang-orang ini dapat digambarkan membentuk organisasi Setan yang kelihatan di bumi.—Lihat Yohanes 15:20; 16:33; 17:15.

Benih Perempuan Diperkenalkan

11 Nubuat di Kejadian 3:15 akhirnya menyebut tentang benih perempuan. Sementara Setan memperbanyak benihnya, Yehuwa mempersiapkan agar ”perempuan”-Nya, atau organisasi surgawiNya yang bagaikan istri, melahirkan suatu benih. Selama kira-kira 4.000 tahun, Yehuwa secara progresif menyingkapkan kepada orang-orang yang taat dan takut akan Allah rincian yang ada hubungannya dengan kedatangan dari benih ini. (Yesaya 46:9, 10) Dengan demikian Abraham, Ishak, Yakub, dan orang-orang lain dapat membangun iman dalam janji bahwa benih ini akan muncul dalam garis keturunan mereka. (Kejadian 22:15-18; 26:4; 28:14) Setan dan para pengikutnya sering menindas hamba-hamba Yehuwa tersebut karena iman mereka yang tidak tergoyahkan.—Ibrani 11:1, 2, 32-38.

12 Akhirnya, pada tahun 29 Tarikh Masehi, manusia sempurna Yesus mempersembahkan dirinya di Sungai Yordan dan dibaptis. Di sana Yehuwa melahirkan Yesus dengan roh suci, sambil mengatakan: ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” (Matius 3:17) Di sana Yesus diperkenalkan sebagai pribadi yang diutus dari organisasi rohani Allah di surga. Ia juga diurapi sebagai Calon Raja dari Kerajaan surgawi yang akan memulihkan pemerintahan atas bumi dalam nama Yehuwa, sehingga secara tuntas dan untuk selama-lamanya menyelesaikan sengketa yang menyangkut pemerintahan, atau kedaulatan. (Wahyu 11:15) Maka, Yesus adalah Tokoh utama dari benih perempuan, Mesias yang dinubuatkan.—Bandingkan Galatia 3:16; Daniel 9:25.

13 Apakah benih perempuan itu hanya satu orang yang terkemuka saja? Nah, bagaimana dengan benih Setan? Alkitab menyatakan bahwa benih Setan mencakup sekumpulan besar malaikat-malaikat yang jahat dan orang-orang yang tidak memuliakan Allah. Maka seharusnya kita tidak merasa heran mengetahui tentang maksud-tujuan Allah untuk memilih 144.000 pemelihara integritas dari antara umat manusia sebagai rekan-rekan penguasa dan imam-imam bersama Benih Mesias, yakni Yesus Kristus. Wahyu menyebut tentang mereka ketika dikatakan bahwa si Iblis, dalam permusuhannya melawan organisasi Allah yang bagaikan seorang perempuan, ”pergi memerangi keturunannya yang lain.”—Wahyu 12:17; 14:1-4.

14 Dalam Alkitab, orang-orang Kristen yang terurap disebut saudara-saudara Yesus, dan sebagai saudara-saudaranya, mereka mempunyai Bapa yang sama dan ibu yang sama. (Ibrani 2:11) Bapa mereka ialah Allah Yehuwa. Maka, ibu mereka pastilah ”perempuan ini,” organisasi surgawi Allah yang bagaikan istri. Mereka menjadi bagian kedua dari benih, karena Kristus Yesus adalah bagian utama. Sidang jemaat dari orang-orang Kristen yang dilahirkan dengan roh ini di bumi membentuk organisasi Allah yang kelihatan yang melayani di bawah organisasiNya yang bagaikan seorang perempuan di surga, tempat mereka dipersatukan dengan Kristus Yesus setelah mereka dibangkitkan. (Roma 8:14-17; Galatia 3:16, 29) Walaupun bukan bagian dari benih ini, jutaan dari domba-domba lain dari segala bangsa sedang dipersatukan untuk melayani bersama organisasi Allah di bumi. Apakah saudara salah seorang dari domba-domba lain? Maka harapan saudara yang bahagia ialah untuk hidup kekal dalam suatu bumi firdaus.—Yohanes 10:16; 17:1-3.

Bagaimana Permusuhan Berkembang

15 Manusia yang menjadi benih Setan mulai dinyatakan sejak awal mula sejarah manusia. Sebagai contoh ialah Kain, manusia pertama yang dilahirkan, ”yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya” Habel. (1 Yohanes 3:12) Kemudian, Henokh berbicara tentang kedatangan Yehuwa ”dengan beribu-ribu orang kudusNya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Yudas 14, 15) Selain itu, malaikat-malaikat yang memberontak bergabung dengan Setan dan menjadi bagian dari benihnya. Mereka ”meninggalkan tempat kediaman mereka” di surga untuk menjelma ke dalam tubuh jasmani dan mengawini putri-putri manusia. Mereka menghasilkan keturunan campuran yang adimanusiawi berupa raksasa-raksasa yang jahat. Dunia pada waktu itu penuh dengan kekerasan dan kejahatan, sehingga Allah membinasakannya dalam Air Bah, sedangkan Nuh yang setia dan keluarganya adalah satu-satunya kelompok manusia yang selamat. Para malaikat yang tidak taat—yang kini sebagai hantu-hantu di bawah kekuasaan Setan—terpaksa meninggalkan istri-istri manusia dan anak-anak campuran mereka yang akan binasa itu. Mereka meninggalkan tubuh jasmani mereka, kembali ke alam roh tempat mereka menantikan pelaksanaan hukuman Allah yang segera akan terjadi atas Setan dan benihnya.—Yudas 6; Kejadian 6:4-12; 7:21-23; 2 Petrus 2:4, 5.

16 Tidak lama setelah Air Bah yang besar, seorang yang lalim bernama Nimrod muncul di bumi. Alkitab menggambarkannya sebagai ”pemburu perkasa yang melawan Yehuwa” (NW)—benar-benar bagian dari benih Ular. Seperti Setan, ia memperlihatkan semangat memberontak dan membangun kota Babel, atau Babilon, dalam menentang maksud-tujuan Yehuwa agar umat manusia menyebar dan memenuhi bumi. Di pusat kota Babel menurut rencana akan dibangun sebuah menara besar ”yang puncaknya sampai ke langit.” Allah menggagalkan kegiatan orang-orang yang akan membangun menara itu. Ia mengacaukan bahasa mereka dan ’menyerakkan mereka dari situ ke seluruh dunia’ tetapi membiarkan kota Babel tetap ada.—Kejadian 9:1; 10:8-12; 11:1-9.

Kuasa-Kuasa Politik Muncul

17 Di Babel muncul corak-corak masyarakat manusia yang berkembang menentang kedaulatan Yehuwa. Salah satu di antaranya bersifat politik. Seraya umat manusia bertambah banyak, orang-orang lain yang ambisius mengikuti contoh Nimrod dalam merebut kekuasaan. Manusia mulai menguasai sesamanya sehingga mencelakakan diri sendiri. (Pengkhotbah 8:9) Pada jaman Abraham, misalnya, Sodom, Gomora, dan kota-kota di dekatnya jatuh di bawah kekuasaan raja-raja dari Sinear dan negeri-negeri lain yang jauh. (Kejadian 14:1-4) Akhirnya, orang-orang yang jenius dalam bidang kemiliteran dan organisasi mendirikan kerajaan-kerajaan raksasa demi kekayaan dan kemuliaan mereka sendiri. Alkitab menyebut beberapa dari antaranya, termasuk Mesir, Asyur, Babel, Media-Persia, Yunani, dan Roma.

18 Yehuwa bersabar terhadap kuasa-kuasa politik itu, dan umatNya memberikan ketundukan yang relatif kepada mereka apabila tinggal di negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan mereka. (Roma 13:1, 2) Kadang-kadang, para penguasa politik bahkan bertindak demi kelangsungan maksud-tujuan Allah atau sebagai pelindung umatNya. (Ezra 1:1-4; 7:12-26; Kisah 25:11, 12; Wahyu 12:15, 16) Tetapi, banyak penguasa politik dengan keji menentang ibadat sejati, dan memperlihatkan diri sebagai bagian dari benih Ular.—1 Yohanes 5:19.

19 Pada umumnya, pemerintahan manusia secara menyedihkan telah gagal untuk mendatangkan kebahagiaan atas kita manusia atau untuk menyelesaikan problem-problem kita. Yehuwa mengijinkan umat manusia mencoba setiap bentuk pemerintahan, tetapi Ia tidak menyetujui kebejatan atau cara mereka memerintah rakyat dengan salah. (Amsal 22:22, 23) Buku Wahyu menggambarkan kuasa-kuasa dunia yang menindas sebagai seekor binatang buas yang angkuh dan mengerikan.—Wahyu 13:1, 2.

Pedagang-Pedagang yang Mementingkan Diri

20 Erat hubungannya dengan para pemimpin politik, muncul pedagang-pedagang yang tidak jujur. Catatan-catatan yang digali dari puing-puing Babel purba memperlihatkan bahwa transaksi-transaksi bisnis yang menarik keuntungan dari keadaan sesama manusia yang malang sangat populer pada jaman itu. Sampai sekarang para pedagang di dunia terus berusaha mendapatkan keuntungan yang mementingkan diri. Di banyak negeri segelintir orang telah menjadi sangat kaya sedangkan sebagian besar dari penduduk menderita dalam kemiskinan. Dalam jaman industri abad ke-20 ini, para pedagang dan pengusaha pabrik telah mendapat keuntungan yang besar dengan menjual kepada kuasa-kuasa politik bertimbun-timbun senjata militer yang keji untuk menghancurkan, termasuk perlengkapan senjata nuklir yang kini mengancam umat manusia dengan pemusnahan. Tokoh-tokoh terkemuka dalam bisnis yang tamak dan orang-orang lain semacam mereka pasti termasuk di antara ’panglima-panglima’ dan ’orang-orang gagah’ yang menjadi bagian dari benih Setan yang jahat. Mereka semua adalah bagian dari organisasi di bumi yang oleh Allah dan Kristus dianggap layak dihukum mati.—Wahyu 19:18, Bode.

21 Selain politik yang bejat dan perdagangan yang tamak harus ditambahkan pula unsur ketiga dari masyarakat manusia yang layak mendapat hukuman Allah. Apakah itu? Saudara mungkin akan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh buku Wahyu mengenai susunan seluas dunia yang sangat terkenal ini.

Babel Besar

22 Pembangunan kota Babel yang semula bukan hanya sekedar suatu usaha politik saja. Karena kota itu didirikan untuk menentang kedaulatan Yehuwa, agama terlibat di dalamnya. Sesungguhnya, Babel purba menjadi sumber dari penyembahan berhala. Imam-imamnya mengajarkan doktrin-doktrin yang mencela Allah, seperti misalnya jiwa manusia yang tetap hidup setelah kematian dan di balik kematian ada tempat yang penuh dengan kengerian dan siksaan kekal yang dikuasai oleh hantu-hantu. Mereka memajukan penyembahan makhluk-makhluk ciptaan lain dan sekumpulan besar ilah-ilah buatan. Mereka merancang dongeng-dongeng untuk menjelaskan asal-usul bumi dan manusia di atasnya dan mengadakan upacara-upacara serta korban-korban yang menjijikkan, yang mereka percaya dapat menjamin kesuburan dalam melahirkan anak dan meningkatkan panen, serta kemenangan dalam peperangan.

23 Dengan menyebarnya berbagai kelompok bahasa dari Babel ke seluruh bumi, mereka membawa agama yang bersifat Babel beserta mereka. Jadi, upacara-upacara dan kepercayaan-kepercayaan yang sama seperti yang terdapat di Babel purba berkembang di kalangan penduduk asli Eropa, Afrika, benua Amerika, Timur Jauh, dan Kepulauan Pasifik; dan banyak dari kepercayaan-kepercayaan ini masih tetap ada sampai sekarang. Maka cocok sekali bahwa buku Wahyu menyebut imperium agama palsu yang mencakup seluruh dunia sebagai sebuah kota yang bernama Babel Besar. (Wahyu, pasal 17, 18) Di manapun agama palsu ditaburkan, ia melahirkan imam-imam yang menindas, takhyul, kebodohan, dan imoralitas. Ini telah menjadi alat yang ampuh dalam tangan Setan. Babel Besar selalu berjuang dengan gigih melawan ibadat sejati dari Tuhan Yang Berdaulat, Yehuwa.

24 Sebagai bagian yang paling patut dicela dari benih Ular, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dalam Yudaisme abad pertama mengambil pimpinan dalam menindas dan akhirnya membunuh wakil utama dari benih perempuan itu. Dengan demikian, si Ular berhasil ’meremukkan benih di tumitnya.’ (Kejadian 3:15; Yohanes 8:39-44; Kisah 3:12, 15) Mengapa ini digambarkan sebagai luka di tumit saja? Karena tindakan melukai ini hanya menyentuhnya untuk waktu yang singkat di bumi. Ini tidak bersifat kekal karena Yehuwa membangkitkan Yesus pada hari ketiga dan meninggikan dia kepada kehidupan roh.—Kisah 2:32, 33; 1 Petrus 3:18.

25 Yesus Kristus yang telah dimuliakan kini melayani di sebelah kanan Allah, mengadili musuh-musuh Yehuwa. Ia sudah mengambil tindakan melawan Setan dan malaikat-malaikatnya, dengan mencampakkan mereka dan membatasi kegiatan mereka di bumi ini saja—yang menjadi penyebab dari semakin banyaknya kesengsaraan pada abad ke-20 ini. (Wahyu 12:9, 12) Tetapi benih Setan di bumi akan disingkirkan seperti telah dinubuatkan, pada waktu Allah melaksanakan hukuman atas Babel Besar dan semua bagian lain dari organisasi Setan di bumi. Akhirnya, Benih perempuan Allah, Yesus Kristus, akan meremukkan ’kepala’ Setan, si Ular tua yang licik, dan hal itu akan berarti ia dibinasakan sama sekali dan disingkirkan dari hal-ihwal umat manusia.—Roma 16:20.

26 Bagaimana semua hal ini akan terlaksana? Itulah yang disingkapkan bagi kita dalam buku Wahyu di Alkitab. Ini disingkapkan kepada kita dalam suatu seri penglihatan, ditandaskan melalui tanda-tanda dan lambang-lambang yang hidup. Dengan gairah, marilah kita memeriksa nubuat yang penuh kuasa ini. Kita sungguh berbahagia jika kita mendengar dan mentaati kata-kata dari buku Wahyu! Dengan melakukan itu, kita akan ambil bagian dalam mendatangkan kehormatan atas nama Tuhan Yang Berdaulat Yehuwa dan memperoleh berkat-berkatNya yang kekal. Silakan membaca terus dan dengan bijaksana terapkan apa yang saudara pelajari. Ini dapat berarti keselamatan saudara pada masa klimaks ini dalam sejarah umat manusia.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar