Menafsirkan Alkitab Rahasia-rahasia yang tersimpan dalam buku Wahyu telah lama membingungkan siswa-siswa Alkitab yang tulus hati. Pada waktu yang Allah tentukan, rahasia-rahasia itu harus disingkapkan, tetapi bagaimana, kapan, dan kepada siapa? Hanya roh Allah yang dapat memberitahu maknanya bila waktu yang telah ditentukan sudah dekat. (Wahyu 1:3, NW) Rahasia-rahasia suci itu akan disingkapkan kepada hamba-hamba Allah yang bergairah di bumi agar mereka dikuatkan untuk mengumumkan keputusan-keputusan penghakimanNya. (Bandingkan Matius 13:10, 11.) Kami tidak menyatakan bahwa penjelasan dalam publikasi ini sempurna. Seperti Yusuf pada jaman dulu, kami mengatakan: ”Bukankah Allah yang berhak menafsirkan?” (Kejadian 40:8, NW) Tetapi, pada waktu yang sama, kami dengan yakin percaya bahwa penjelasan yang diuraikan di sini selaras dengan Alkitab secara keseluruhan, yang memperlihatkan betapa secara luar biasa nubuat ilahi telah digenapi dalam peristiwa-peristiwa dunia pada jaman kita yang penuh bencana ini.
AMSAL Alkitab mengatakan: ”Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.” (Pengkhotbah 7:8) Dalam buku Wahyu inilah kita membaca tentang klimaks yang dramatis dari maksud-tujuan Allah yang mulia untuk menyucikan namaNya di hadapan semua makhluk ciptaan. Seperti dinyatakan Allah berulang kali melalui salah seorang dari nabi-nabiNya yang terdahulu: ”Mereka akan mengetahui bahwa Akulah [Yehuwa].”—Yehezkiel 25:17; 38:23.